Berita :: Bappeda Prov. Sumsel

Rapat Pembahasan Rencana Kegiatan Peningkatan Jalan Kebun Raya Sriwijaya dan Angkutan Batubara

Palembang, 25 Oktober 2017 Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Rabu 25 Oktober 2017 mengadakan Rapat Pembahasan Rencana Kegiatan Peningkatan Jalan Kebun Raya Sriwijaya dan Angkutan Batubara yang berlangsung di Ruangan Rapat Bappeda Provinsi Sumatera Selatan Lantai II pada pukul 10.00 WIB.

Rapat dibuka oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Pendanaan Pembangunan Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Regina Ariyanti, ST kemudian dilanjutkan oleh Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, DR. Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Bapak Nasrun Umar Kemudian dihadiri oleh Inspektur Provinsi Sumatera Selatan, Balitbangnovda Provinsi Sumsel, Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Dinas ESDM Provinsi Sumsel, serta Staf Bappeda Provinsi Sumatera Selatan.

Latar belakang berdirinya Kebun Raya Sriwijaya adalah Adanya pencanangan dan arahan Presiden RI pada HAKTEKNAS tgl 11 Agustus 2004 di Puspitek Serpong-Banten, mengatakan bahwa disetiap Provinsi harus memiliki Kebun Raya. SURAT EDARAN MENRISTEK RI No.77/M/VIII/2004 tgl 23 Agustus 2004 perihal diperintahkan kepada seluruh Gubernur untuk merealisasikan Pembangunan Kebun Raya, yang di Koordinir oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kebun Raya Bogor.

Kebun Raya yang ada di Indonesia, lokasinya tidak ada yang berada di lahan Basah dan Gambut, begitu juga tanaman hutannya. Di daerah lain tidak selengkap dan tidak sebanyak yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, sehingga dengan demikian timbullah pemikiran untuk membuat Kebun Raya Sriwijaya Sumsel. Apabila Kebun Raya Sriwijaya Sumsel ini terwujud, maka akan menjadi satu-satunya kebun raya daerah yang mempunyai tanaman hutan lahan gambut.

Tujuan dibentuknya Kebun Raya Sriwijaya yaitu; Melaksanakan inventarisasi, eksplorasi, dan konservasi jenis tumbuhan obat dan tumbuhan lahan basah khususnya dari Sumatera Selatan yang mempunyai nilai ilmu pengetahuan dan memiliki potensi ekonomi, serta melakukan pendokumentasian data jenis-jenis tumbuhan obat koleksi yang berkaitan dengan konservasi ex situ, memberikan pelayanan jasa ilmiah, pemasyarakatan ilmu pengetahuan dalam bidang konservasi tumbuhan khususnya tumbuhan obat, sebagai sarana edukasi, hiburan, dan pariwisata dialam terbuka bagi masyarakat dan perguruan tinggi.

Dipilihnya nama Kebun Raya Sriwijaya karena untuk mengingat Sumsel ini adalah peninggalan Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Sriwijaya yang mempunyai wilayah yang sangat luas dan dikenal yang menguasai jalur lalu lintas di selat Malaka, laut Cina Selatan dan Samudra Indonesia bahkan sampai ke semenanjung Malaysia serta bagian dari Thailand Selatan, dan Kerajaan Sriwijaya berjaya kisaran pada Abad ke 6 s/d Abad ke 12. *Bappeda.SS

 

27 Oktober 2017 09:32:41 WIB Bappeda Terkini

© 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan