Berita :: Bappeda Prov. Sumsel

FGD Percepatan Peningkatan IPM Provinsi Sumatera Selata

Palembang, 17 November 2016 Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Rabu 16 November 2016 mengadakan pertemuan dalam rangka pencapaian peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam hal ini percepatan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sumatera Selatan yang berlangsung di ruangan rapat Bappeda Provinsi Sumatera Selatan lantai III pada pukul 09.00 WIB.

FGD ini dipimpin oleh Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, DR. Ir. M. Yamin, MP mewakili Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, DR. Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes. Kemudian acara tersebut dihadiri oleh SKPD Provinsi diantaranya, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Disperindag, Dinas Koperasi, Biro Perekonomian, unsur Perguruan Tinggi diantaranya; Unsri, Univ. Islam Raden Fatah, Univ. PGRI, serta unsur perbankan yang diantaranya; Sumsel Babel, BNI, serta BRI.

 Sementara itu terkait paparan didampingi narasumber dari Badan Pusat Statistik Prov. Sumsel dan Perguruan Tinggi UNSRI yaitu Prof. DR. Andi Muliana.

Dalam kesempatannya, DR. Ir. M. Yamin, MP memaparkan terkait perkembangan indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi Sumatera Selatan diantaranya mengenai definisi indeks pembangunan manusia (IPM).

IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup yang layak. IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan dalam jangka panjang. Dengan metode baru, intepretasi angka IPM bukan ranking (urutan) tetapi diintepretasikan dalam klasifikasi.

Umur panjang dan hidup sehat digambarkan oleh angka harapan hidup saat lahir (AHH) yaitu jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk hidup, dengan asumsi bahwa pola angka kematian menurut umur pada saat kelahiran sama sepanjang usia bayi. Pengetahuan diukur melalui indikator rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Rata-rata lama sekolah (RLS) adalah rata-rata lamanya (tahun) penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal.

 

Harapan lama sekolah (HLS) didefinisikan sebagai lamanya (tahun) sekolah formal yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. Standar hidup yang layak digambarkan oleh pengeluaran per kapita disesuaikan, yang ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli. (Bappeda SS) 

17 November 2016 15:07:04 WIB Bappeda Terkini

© 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan