Berita :: Bappeda Prov. Sumsel

Launching Sistem Informasi Pengembangan Hilirisasi Daerah (SIPHIDA - KEK - TAA)

Palembang, 28 Juni 2016 Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu Selasa 28 Juni 2016 mengadakan Launching Sistem Informasi Pembangunan Hilirisasi Daerah bertempat di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Sumatera Selatan Lantai II dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB.

Launching dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, DR. Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes didampingi Kabid Perekonomian Bappeda Provinsi Sumsel, Aksoni, SE, MM mengusung tema pembangunan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014-2018 terkait percepatan dan perluasan hilirisasi industri dan pengembangan pariwisata berstandar Internasinal. Dihadiri oleh Bank Indonesia, PT Gapkindo, PNU-KEK dan beberapa SKPD Lingkungan Prov. Sumsel terkait diantaranya Dishukominfo, Dinas Perkebunan, Disperindag, Badan Ketahanan Pangan, Badan Pusat Statistik, serta BP3MD.

Kemudian dilanjutkan acara penyematan pin yang menandakan launching Siphida diresmikan.

Sementara itu, dalam pembukaannya DR. Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes menyampaikan bahwa stakeholder harus lebih mengutamakan fungsi Siphida ini karna nanti didalamnya akan banyak perkembangan yang memuat proses kinerja TAA. Tujuannya agar bisa mengikuti perkembangan ke depan dalam perwujudan KEK TAA.

SIPHIDA adalah Sistem Informasi Pengembangan Hilirisasi Daerah yang merupakan Sistem Informasi yang berisi keterkaitan antara sektor Hulu dan Hilir. SIPHIDA ini terdiri dari informasi mengenai ketersediaan bahan baku, akses permodalan, infrastruktur, potensi produk turunan, informasi ketenagakerjaan serta informasi statistik Sumsel. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api adalah salah satu kawasan dengan batas tertentu dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu (PP No. 51 Tahun 2014) dengan luas wilayah 2030 ha. KEK dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategi serta berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional.

 

KEK terdiri atas satu atau beberapa Zona antara lain: pengolahan ekspor, logistik, industri, pengembangan teknologi, pariwisata, energi, dan/atau ekonomi lain. Di dalam KEK dapat dibangun fasilitas pendukung dan perumahan bagi pekerja. Di dalam setiap KEK disediakan lokasi untuk usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), dan koperasi, baik sebagai Pelaku Usaha maupun sebagai pendukung kegiatan perusahaan yang berada di dalam KEK. Komitmen pemerintah daerah, dan lokasi strategis Tanjung Api Api dan sekitarnya sebagai simpul kegiatan nasional baik konsentrasi dan distribusi, sehingga Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan bertujuan menyelenggarakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api Api. Disampaikan oleh Kasubbid Industri dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Sumsel, Inanda Karina Astari Fatima, S.SI, M.Si (Bappeda SS)

 

19 Juli 2016 08:50:31 WIB Bappeda Terkini

© 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan