Berita :: Bappeda Prov. Sumsel

Rapat Koordinasi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan Tahun 2017

Palembang, 16 Mei 2016 Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Hari ini 16 Mei 2016 mengadakan rapat prediksi perekonomian bersama Bank Indonesia dan BPS Provinsi Sumatera Selatan yang bertempat di Ruangan Rapat Lantai II Bappeda Provinsi Sumatera Selatan pada pukul 09.00 WIB.

Rapat tentang koordinasi proyeksi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan Tahun 2017 ini dipimpin oleh Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan DR. Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes didampingi Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Prov Sumsel, Aksoni, SE, MM, kemudian juga ditemani oleh Prof. Andi Muliana beserta Perwakilan dari BI dan BPS. Turut hadir dalam rapat tersebut yaitu Bakorluh, Disperindag, Disbudpar, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, serta Biro Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan.

Pembukaan dibawakan oleh Aksoni, SE, MM mengenai Kinerja Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan, dilihat dari segi pertaniannya yaitu dari sektor perkebunan sebagai sektor utama yang menyusut tenaga kerja di Sumsel, kinerjanya dalam lima tahun berfluktuasi, dengan menurunnya harga komoditas karet dan sawit di pasaran dunia cukup mempengaruhi produksinya yang cenderung menurun tahun 2015.

Pada kesempetannya DR. Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes mengharapkan agar output nanti yang dihasilkan bukan sekedar prediksi tetapi juga bisa digunakan untuk mempercepat lajunya pertumbuhan ekonomi. Tentunya dalam memprediksi perekonomian Provinsi Sumsel hendaknya memikirkan 2 hal yaitu strategi apa yang harus dilakukan dan arah kebijakan apa yang harus diambil oleh Pemerintah Sumsel.

 

Paparan pertama disampaikan oleh Prof. Andi Muliana dari Universitas Sriwijaya mengenai Perkembangan Karet Alam Nasional dan alternatif solusi mengatasi penurunan harga karet.

Pada Tahun 2014, produksi maupun sektor karet Nasional menurun dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya dikarenakan turunnya harga jual karet alam. jumlah penyerapan karet di dalam negeri hanya sekitar 580 ribu ton/18 % dari total produksi. Keadaan ini berakibat kurang maksimalnya pertumbuhan perekonomian.

Kemudian dilanjutkan paparan dari Bank Indonesia mengenai asesmen, prospek, dan tantangan dalam mengatasi perekonomian Sumsel. (Bappeda SS)

20 Mei 2016 09:54:31 WIB Bappeda Terkini

© 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan