Berita :: Bappeda Prov. Sumsel

Rapat kerja Bappeda Provinsi Sumsel dengan Bank Indonesia dan BPS Provisi Sumsel

Palembang, 22 September 2015 Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Selasal 22 September 2015 mengadakan rapat kerja dengan Bank Indonesia dan BPS Provinsi Sumatera Selatan guna membahas prediksi perekonomian Provinsi Sumtera Selatan Tahun 2016 Triwulan II dan Triwulan III bertempat di ruangan rapat Bappeda Sumsel lantai III pada pukul 09.00 WIB.

Dipimpin oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Bappeda Sumsel Bapak M. Adhie Martadhiwira, S. Sos, Pol. Admin mewakili Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan Ibu DR. Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes didampingi oleh Prof. DR. H. Didik Susetyo, SE., M.Si Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya dan Prof. Bernadette Robiani yang akan memberikan paparan diselingan rapat.

Dihadiri oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Sumater Selatan, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, dan perwakilan Bidang Prodatin, Sarpras, UPTB Penataan Ruang, serta Bidang Sosbud Bappeda Provinsi Sumatera Selatan. Rapat ini bertujuan untuk membahas prediksi perekonomian Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2016. Kemudian paparan materi disampaikan oleh perwakilan BPS mengenai analisis prediksi perokonomian Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 dan paparan materi yang disampaikan oleh Bank Indonesia mengenai perkembangan perekonomian Provinsi Sumatera Selatan.

Selanjutnya dalam kesempatannya, Guru besar fakultas ekonomi Universitas Sriwijaya menyampaikan mengenai kebijakan regulasi ekonomi untuk antisipasi depresiasi IDR – US$. Kebijakan ekonomi untuk antisipasi dampak depresiasi ini harus sinergi untuk menggerakkan kegiatan sektor. Dilanjutkan oleh Prof. Bernadette Robiani mengenai pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan 2015 terkait tantangan dan peluangnya. Disampaikannya bahwa pelemahan ekonomi nasional masih terus berlanjut, hal ini dapat dilihat dari revisi pertumbuhan ekonomi Tahun 2015-2016. Penundaan kenaikan suku bunga the fad masih menekan harga komoditas. Perlambatan ekonomi Tiongkok akibat berubahnya basis perkonomian dari semula investasi ke konsumsi, menekan permintaan komoditas Indonesia. (Admin)

 

 

25 September 2015 13:45:00 WIB Bappeda Terkini

© 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan