Berita :: Bappeda Prov. Sumsel

Stok Beras di Sumsel Aman Sampai Mei

Operasi Pasar (OP) dan distribusi Raskin dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai kemarin. Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, turun tangan memimpin gerakan tersebut. Tujuannya menetralisir harga beras yang merangkak naik sejak beberapa hari lalu.

Lewat teleconference, Jokowi memantau persiapan penjualan beras murah dan distribusi raskin di empat daerah. Yakni Palembang, Jakarta, Bandung dan Bali. Ia memastikan masyarakat tak perlu khawatir karena stok beras pemerintah cukup hingga masa panen nanti.

"Stok beras kita mencapai 1,46 juta ton. Jadi masih banyak. Jangan khawatir. Operasi Pasar terus dilakukan, begitu juga distribusi raskin. Berapa pun jumlah yang dibutuhkan ada. Jangan ada lagi pikiran kekurangan stok atau tidak ada suplai," ucapnya.

Menurut Jokowi, operasi pasar dan distribusi raskin oleh Bulog untuk membanjiri beras di pasaran. Harga beras yang semula naik diharapkan kembali normal ketika stok barang atau beras yang ada di pasar berlimpah, hingga dinormalkan lagi oleh pemerintah.

"Segera raskin disalurkan sampai habis. Sehingga kebutuhan yang ada di masyarakat betul-betul ada. Suplai dan permintaan harus diseimbangkan hingga harga kembali normal. Sekali lagi masyarakat tak perlu khawatir," pintanya.

Kepala Perum Bulog Sumsel Babel, Basirun memaparkan, stok beras hingga saat ini mencapai lebih dari 30 ribu ton. Angka itu dinilai cukup hingga masa panen bulan Maret, bahkan untuk memenuhi kebutuhan hingga bulan Mei mendatang.

"Stok beras di Bulog Sumsel Babel aman. Masyarakat tidak perlu khawatir. Jika Maret sudah mulai panen dan pasokan sudah mulai banyak, pasti harga normal lagi. Kenaikan harga beras saat ini dipengaruhi faktor psikologis. Jakarta sebagai indikator pasar mengalami gangguan pasokan, sebab pulau Jawa belum memasuki masa panen," terangnya.

Basirun mengakui Sumsel juga belum memasuki masa panen. Kecuali di wilayah Banyuasin. Namun Bulog belum melakukan pembelian beras petani karena harga gabah basah di sawah masih relatif tinggi, yakni sekitar Rp4.500-Rp4.900.

"Kalau Belitang panen akan lebih baik," sebutnya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Permana menyebut ketersediaan beras harus dijamin. Namun ia menegaskan, Sumsel tak pernah mengalami kehabisan stok beras.

"Sumsel surplus beras kok. Tidak ada masalah dengan stok. Cuma beberapa waktu lalu ada gangguan distribusi. Seperti OKU Timur yang menjadi sentra beras dan Musi Rawas mengalami banjir. Tapi kondisi itu sebentar dan sekarang kembali normal," terangnya.

 

http://palembang.tribunnews.com

26 Februari 2015 08:14:22 WIB Info Publik

© 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan