Berita :: Bappeda Prov. Sumsel

Sulit Bikin Hujan Buatan, BNPB Andalkan Water Bombing Padamkan Kebakaran

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui upaya mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumsel lewat Tehnik Modifikasi Cuaca (TMS) terkendala dengan buruknya kondisi langit.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hujan buatan memerlukan syarat yakni harus ada awan-awan potensial atau yang biasa disebut dengan awan cumulus untuk disemai dan memunculkan hujan.

"Jika tidak ada awan maka tidak bisa dilakukan hujan buatan. Sementara itu awan tidak bisa diciptakan. Itulah mengapa tidak terjadi hujan deras terus menerus karena kondisi alam kering," kata Sutopo saat dikonfirmasi Sripo, Senin (6/10/2014).

Melalui BlackBerry Messenger (BBM), ia menjelaskan, hujan buatan dipilih sebagai salah satu alternatif pemerintah pusat dan daerah lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel dalam memadamkan api. Ia menegaskan, banyak alternatif lain yang ditempuh pemerintah.

"Upaya lain dalam pemadaman api selain hujan buatan juga melalui water bombing, pemadaman di darat, penegakan hukum dan lain-lainnya. Apalagi Wapres Boediono sudah menginstruksikan TNI/ Polri menangkap pelaku intelektual di balik pembakaran," tegasnya.

Rekayasa cuaca memang tak mudah dilakukan di tengah kabut asap yang tebal. Lapisan asap menghambat pertumbuhan awan. Uap air di atmosfer diserap oleh butir-butir asap sehingga sulit membentuk awan. Adapun cara kerja TMC ialah dengan melakukan penyemaian awan (Cloud Seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat menyerap air. Sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan.

"BNPB menggelontorkan dana yang tidak sedikit, yakni mencapai Rp12,2 miliar kepada BPBD Sumsel untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan lewat TMC, darat hingga water bombing. Plus tambahan Rp16 miliar sesuai kebutuhan yang ada termasuk. Tapi kita belum merinci berapa dana yang telah dikeluarkan," ujarnya.

BNPB bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memulai TMC di Sumsel sejak 24 September lalu menggunakan pesawat jenis Hercules milik TNI AU. Puluhan ton garam ke udara telah ditebar ke awan yang berpotensi memunculkan hujan.

palembang.tribunnews.com

07 Oktober 2014 15:47:50 WIB Info Publik

© 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan