Berita :: Bappeda Prov. Sumsel

Revitalisasi Pabrik Biodiesel di Kabupaten OKU Timur

Palembang - Palembang, 28 Maret 2019 Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Kamis 28 Maret 2019 mengadakan Rapat terkait Revitalisasi Pabrik Biodiesel di Kabupaten OKU Timur yang berlangsung di Ruang Rapat Balaputradewa Bappeda Provinsi Sumatera Selatan lantai II pada pukul 09.00 WIB.

Dipimpin oleh Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, DR. Ekowati retnaningsih, SKM., M.Kes yang di Narasumberi oleh Kepala Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Desain Kemenristekdikti RI dihadiri oleh Balitbangnovda Provinsi Sumatera Selatan, UNSRI, Dewan Daerah, Bappeda dan Litbang Kabupaten OKU Timur, Pertamina, Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, serta Staf Ahli Gubernur.

Dalam kesempatannya, Ekowati retnaningsih, SKM., M.Kes mengatakan bahwasanya tujuan rapat ini untuk menghidupkan kembali/revitalisasi pabrik biodiesel di Kabupaten OKU Timur, BI diundang karena secara karena secara Nasional concern terhadap pengembangan Energi Baru dan Terbarukan. Hasil diharapakan paparan dari Kemenritek (Ibu Wiwik dan Pak Ari) bagaimana skim-skim yang dapat digunakan untuk revitalisasi yang salah satunya adalah sebagaiteaching industry bekerjasama dengan Unsri.

Kemudian disampaikan oleh Kasubdit Industri, Energi dan Transportasi Kemenristekdikti RI bahwa; Konsep teaching industry = konsep mini industri dari Perguruan Tinggi (PT)sebagai bagian dari skema pendanaan. Tempat kerja praktek, riset dan mematangkan teknologi-teknologi sebelum masuk ke industry.

Ada profit yang bisa diambil oleh PT, ex : ITB menghasilkan katalis utk proses CPO menghasilkan biodiesel, unit yang menghasilkan inovasi dan tempat pembelajaran, anggaran pendidikan jadi penerima manfaat harus dari PT dan harus ada sharing dari industry. Tahun depan dibuka untuk semua PT dengan seleksi dan konsep dari Kemenristekdikti yang telah dilakukan FS/ada hitungan-hitungan industri yang komersil sehingga investor berani untuk investasi.

Energi/EBT tidak banyak yang melakukan riset karen ke ekonomian yang tidak feasilble – subsidi, Orientasi lebih banyak ke jangka pendek karena perekonomian, harus bisa kembali dalam bentuk rupiah dari pendanaan – skema bisnis. Peran industri disesuaikan dengan skema masing-masing pola kerjasama yang diterapkan.

DR. Ekowati retnaningsih juga melanjutkan bahwa adapun hasil yang didapat dari kesimpulan pertemuan ini yaitu Alternatif untuk minyak goreng perlu dipikirkan, termasuk juga biji karet, Lahan sawit rakyat sudah banyak tersebar di OKUT disusun Tim untuk revitalisasi pabrik biodiesel. Akan dilakukan FS terlebih dahulu kemudian akan diajukan ke institusi-intitusi untuk pendanaan, selanjutnya langkah yang harus diambil : a) membentuk forum ABG, b) ajukan FS di APBD Perubahan utk revitalisasi Pabrik Biodiesel, c) 2020 menentukan arah. Kepala Bappeda Provinsi Sumsel juga mengharapkan dukungan untuk saling bersinergi antar stakeholder yang ada melalui FGD-FGD yang akan terus dilakukan untuk pendalaman. *Bappeda.SS

02 April 2019 11:48:49 WIB Berita Terkini

© 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan