Berita :: Bappeda Prov. Sumsel

Alex Tagih Janji Pusat

Jalan tol Palembang-Inderalaya (Palindra) sepanjang 22 km, yang sudah lama diidamkan, di-pending pengerjaannya dua tahun ke depan. Rencana semula akan dibangun tahun ini, mundur pada 2017 nanti.

Tak menjadi prioritasnya jalan tol ini tentu saja kabar buruk bagi Sumsel. Apalagi, tol tersebut sebenarnya dirancang untuk memecah kemacetan ruas jalan lintas timur (jalintim) Palembang-Inderalaya.
"Iya, saya sudah mendengar itu. Tapi, bukan berarti kita diam. Saya akan meminta dan menagih janji pemerintah pusat untuk memprioritaskan pembangunan jalan tol Palembang-Inderalaya ini," kata Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin.
Selain soal kemacetan, kebutuhan tol tersebut untuk menunjang sukses Asian Games 2018 salah satu alasan tol Palindra ini harus bangun segera. "Kita akan perjuangkan itu dan mendesak pemerintah pusat agar pelaksanaan pembangunan tol Palindra tetap dilakukan tahun ini juga," cetusnya.
Ditambahkan gubernur, sejak awal, Pemprov telah menargetkan pembangunan tol ini selesai 2017 mendatang. "Sementara ini, katanya baru akan mulai dibangun 2017. Ini tidak bisa terjadi. Kami akan mendesak dan mengambil langkah dalam waktu cepat," tandas Alex.
Diwartakan sebelumnya, rencananya tol Palindra sepanjang 22 km (219,75 hektare) dibangun dalam tiga sesi. Sesi I dari Palembang–Pemulutan sepanjang 7 km atau 76,344 hektare. Lalu, sesi II dari Pemulutan–KTM Rambutan sepanjang 5 km atau 84,63 hektare.
Kemudian, ada sesi III membentang dari KTM Rambutan-Inderalaya sepanjang 10 km atau 58,78 hektare. Menurut Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel, Rizal Abdullah, lahan yang pada sesi I sepanjang 7 km telah dibebaskan. Nah, untuk sesi II dan III, sudah 212 bidang yang clean and clear (sekitar 63,8 ha).
Tapi, masih ada tanah yang bermasalah (sengketa kepemilikan) sebanyak 369 bidang (sekitar 73 hektare), fasilitas umum, dan fasilitas sosial sebanyak 22 bidang (sekitar 6,5 hektare). Kabar di-pending-nya tol Palindra itu terungkap saat putra Gubernur Sumsel yang kini jadi anggota DPR dari fraksi Golkar, Dodi Reza Alex, protes keputusan Kementerian BUMN yang menomorduakan tol Palindra dan memprioritaskan tol Bakauheni-Terbanggi Besar.
Dodi membeberkan permasalahan tol tersebut kepada media. "Saya sudah protes kemarin karena presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sudah menetapkan Palembang-Inderalaya prioritas. Kenapa berubah," tutur Dodi di Jakarta, Sabtu lalu.
Tol Palindra berada pada prioritas pertama bersama ruas tol Medan-Binjai yang akan dikerjakan PT Hutama Karya. Sementara, prioritas kedua adalah ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar dan Pekanbaru-Dumai.
Nah, saat PT HK dan Kementerian BUMN mengajukan permintaan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp3,6 triliun ke Komisi VI lewat RAPBN-P 2015, posisi ruas tol Palindra tak jadi prioritas. Kementerian BUMN menggantinya dengan ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar.
"Ruas Pelambang-Inderalaya traffic dan kelayakan ekonominya paling besar. Secara finansial, paling layak dari ke-4 ruas tol yang akan dibangun. Lahan sudah dibebaskan Pemprov Sumsel dan grand design sudah selesai. Biaya paling murah, hanya Rp3,4 triliun," tegas Dodi.

 

http://www.sumeks.co.id

02 Februari 2015 08:16:28 WIB Seputar Sumsel

© 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan