Berita :: Bappeda Prov. Sumsel

Sosialisasi NSPK dan Prototipe Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

Palembang, 14 November 2016 Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Senin 14 November 2016 mengadakan sosialisasi NSPK dan prototipe potensi kebakaran hutan dan lahan, pertemuan ini dalam rangka untuk menindaklanjuti hasil pertemuan sebelumnya mengenai kegiatan pemetaan potensi kebakaran hutan dan lahan oleh Badan Informasi Geospasial, yang katanya telah dihasilkan prototipe pemetaan potensi kebakaran hutan dan lahan dalam skala 1 : 2500000. 

Bertempat di ruangan rapat Bappeda Provinsi Sumatera Selatan lantai II tepatnya pukul 09.00 WIB, rapat dipimpin oleh Kasi Penataan Ruang Faustino Do Carmo, ST mewakili Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan DR. Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes. Kemudian sosialisasi ini dihadiri oleh Badan Informasi Geospasial, BPBD Prov. Sumsel, BLH Prov. Sumsel, Dinas Kehutanan Prov. Sumsel, Dinas Perkebunan Prov. Sumsel, Dinas Pertanian Prov. Sumsel, Dinas PU Pengairan Prov. Sumsel, Dinas PU BM Prov. Sumsel, BPN Prov. Sumsel, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan KLHK, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Karhutlah Wilayah Sumatera KLHK, Balai Penelitian dan Pengembangan LHK Palembang KLHK, UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, GIZ-Bioclime, LAMA-I, serta Bappeda Provinsi Sumatera Selatan.

Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu kondisi iklim, dan aktivitas manusia dalam pengelolaan hutan/lahan. Penyebab kebakaran di Indonesia hampir seluruhnya berasal dari kegiatan manusia (99%), baik disengaja atau tidak (unsur kelalaian). Kegiatan konversi lahan menyumbang 34%, peladangan liar 25%, pertanian 17%, kecemburuan sosial 14%, dan proyek transmigrasi 8%. Praktek landclearing yang murah banyak dilakukan dengan memanfaatkan isu alam/cuaca dengan cara pembakaran lahan. Kondisi ini menggeser bencana KARHUTLA dari bencana alam menjadi bencana sosial. 

Dalam Kesempatannya, Paparan disampaikan oleh perwakilan Badan Informasi Geospasial mengenai prototipe peta dan norma standar prosedur dan kriteria pemetaan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Tujuannya adalah memberikan panduan dasar yang memadai bagi semua pemangku kepentingan (stakeholders) yang menangani bidang kebakaran hutan dan lahan, di daerah maupun di pusat dalam melakukan pemetaan potensi kebakaran hutan dan lahan pada skala 1:250.000, dan mengoptimalkan kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan di daerah-daerah risiko tinggi dengan penyiapan data geospasial kebakaran hutan dan lahan yang telah distandarkan.

Kemudian mengenai pemetaan rawan kebakaraan hutan dan lahan terkait pemetaan potensi kebakaran hutan dan lahan Provinsi Sumatera Selatan.

Indonesia Negara Kepulauan, terlekat di Katulistiwa, Memiliki 2 Musim (Hujan dan Kemarau) : Fenomena perubahan iklim, menyebabkan musim kemarau dengan suhu semakin panas (suhu tinggi), pada musim hujan dengan intensitas hujan yang semakin besar tetapi durasinya semakin kecil. Musim kemarau dan kekeringan yang panjang (akibat dari badai El Nino). El Nino yang kering mengakibatkan hutan tropis mengalami kekeringan, curah hujan rendah menyebabkan serasah dan pohon-pohon menjadi kering (biomassa), mudah terbakar-terjadi kebakaran hutan karena banyaknya tersedia bahan bakar. Pola pembukaan hutan dan lahan untuk kegiatan pertanian dan atau perkebunan yang dilakukan pada musim kemarau (kering) dengan menggunakan api (disengaja atau tidak disengaja) menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Di samping sumberdaya lahan (biomassa) yang mudah terbakar.

Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan, berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya yang satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan.

Kebakaran hutan/lahan adalah suatu keadaan dimana hutan/lahan dilanda (terbakar) api sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan atau hasil hutan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan.

Sasaran kegitaan "Pemetaan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan, 2016" ini:

a. Teknis :

1. Data & Peta digital dalam Eksternal Hardisk kapasitas minimal 2 tb (2 buah).

- Data spasial dijital Peta Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan, Peta Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan pada Kawasan Hutan dan Areal Pegunungan Lain di Provinsi Sumatera Selatan skala 1 : 250.000.

- Peta dijital Peta potensi Kebakaran Hutan dan Lahan dan Peta Kesiapsiagaannya pada Kawasan Hutan dan Areal Pegunungan Lain di Provinsi Sumatera Selatan skala 1 : 250.000 dalam format A1 dan A3.

 

2. Buku Ilmiah Populer Peta Potensi Kebakaran Hutan dan Kesiapsiagaannya di Provinsi Sumatera Selatan skala 1 : 250.000.

 

b. Administrasi

 

- Laporan Pendahuluan, Laporan Kemajuan dan Laporan Aakhir. (Bappeda SS)

17 November 2016 15:08:03 WIB Bappeda Terkini

© 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan