Logo Rationale
Songket Palembang adalah salah satu karya budaya dari Sumatra Selatan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2013 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karya budaya ini masuk ke dalam domain Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional dengan nomor pencatatan 201300009. Songket Palembang tidak hanya sekadar kain pelindung tubuh yang estetis namun memiliki makna adiluhung yaitu kemakmuran, kejayaan, dan keberanian.
Songket kerap dikaitkan dengan Kemaharajaan Sriwijaya sebagai asal mula tradisi songket berasal, beberapa jenis Songket yang populer pun tak lepas dari lokasi-lokasi yang pernah berada dibawah kekuasaan Sriwijaya, salah satu lokasi dominan yang juga diyakini sebagai ibukota Kemaharajaan Sriwijaya di masa lampau yakni Palembang, yang terletak di Sumatra Selatan.
Konsep Logogram
Bentuk busur panah dalam ruang negatif melambangkan target dan tujuan lembaga yakni mewujudkan lembaga perencanaan yang handal dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Abstraksi bentuk huruf B mewakili nama lembaga yang diawali dengan huruf B yaitu Bappeda. Jembatan ampera dijadikan sebagai icon pembangunan kebanggaan masyarakat Palembang, Sumatera Selatan. Serta motif songket melambangkan icon / pakaian adat Sumatera Selatan.
Filosofi Warna
- Merah, membawa kesan semangat, menarik, energi, juga merupakan gambaran kehormatan masyarakat Sumatera Selatan.
- Kuning, membawa kesan bahagia dan optimis, menggambarkan semangat yang menginspirasi.
- Hitam, menjadi cerminan dari kekuatan karakter serta ketegasan dan keberanian dari masyarakat Sumatera Selatan.
Tiga warna tersebut dipilih sebagai Warna Primer karena warna-warna itu merupakan pilihan dari lembaga yaitu Bappeda Provinsi Sumatera Selatan. Pemilihan warna tersebut sebagai keterwakilannya yang dianggap sesuai dengan lembaga tersebut.




