Sumsel Siapkan Tenaga Kerja ‘Green Jobs’ Hadapi Era Transisi Energi Berkeadilan

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan komitmennya dalam menyiapkan tenaga kerja lokal menghadapi era transformasi ekonomi hijau dan biru. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengantisipasi pergeseran kebutuhan dunia kerja di tengah upaya transisi energi, khususnya bagi Sumsel yang berstatus sebagai daerah penghasil batubara.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Pendanaan Pembangunan Bappeda Provinsi Sumsel, Hari Wibawa, SP., MM. Mewakili Plt. Kepala Bappeda Sumsel Dody Eko Prasetyo, S.T., M.T., Hari hadir sebagai narasumber utama dalam peluncuran Peta Jalan Keterampilan dan Talk Show bertajuk “Keterampilan Hijau untuk Mendukung Transformasi Ekonomi dan Transisi Energi yang Berkeadilan” di Hotel Westin, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Dalam forum tersebut, Hari memaparkan perspektif dan pengalaman Pemprov Sumsel terkait kesiapan daerah dalam menyambut transisi energi yang berkeadilan. Menurutnya, penyiapan tenaga kerja yang memiliki keterampilan hijau (green skills) sangat krusial guna memastikan masyarakat tidak tertinggal dalam pergeseran menuju pekerjaan ramah lingkungan (green jobs).

“Peta jalan ini menjadi panduan strategis yang sangat kita butuhkan untuk mempersiapkan tenaga kerja dengan keterampilan di sektor-sektor prioritas. Terutama bagi daerah penghasil batubara yang akan merasakan dampak langsung dari transisi energi ini,” demikian intisari gagasan yang mengemuka dalam diskusi tersebut.

Sebagai informasi, Peta Jalan Keterampilan ini diinisiasi oleh Kementerian PPN/Bappenas melalui Proyek Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT). Dokumen strategis ini disusun melalui kolaborasi erat dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) lewat Proyek IKI JET, serta LPEM FEB Universitas Indonesia.

Sebelum resmi diluncurkan, peta jalan ini telah melewati serangkaian uji publik, konsultasi, dan validasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat pusat hingga daerah.

Melalui peluncuran dokumen ini, pemerintah pusat dan daerah berharap pemahaman publik maupun industri mengenai pentingnya green skills semakin meningkat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memantik kolaborasi multipihak yang lebih kuat agar implementasi transisi energi dan ekonomi hijau dapat berjalan inklusif, adil, serta berkelanjutan di seluruh penjuru Nusantara.