MEDAN — Upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi pembangunan antarprovinsi di Pulau Sumatera terus digencarkan. Komitmen ini ditunjukkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) melalui partisipasinya dalam Rapat Konsolidasi Forum Kerja Sama Antar Pemerintah Daerah se-Sumatera yang dihelat di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Rabu hingga Kamis (12-13/8/2026).
Dalam forum strategis tersebut, kehadiran Pemprov Sumsel diwakili langsung oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Pendanaan Pembangunan Bappeda, Hari Wibawa, SP., MM.
Rapat konsolidasi ini digelar sebagai langkah konkret tindak lanjut dari hasil Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto Indikator Sosial Ekonomi (Konreg PDRB-ISE) se-Sumatera Tahun 2025, yang sebelumnya telah melahirkan kesepakatan bersejarah bertajuk “Mufakat Tanah Deli”.
Fokus utama pertemuan ini adalah mendorong peranan Forum Gubernur se-Sumatera untuk membangun kerangka kerja sama regional yang kuat, berlandaskan pada pemanfaatan potensi dan komoditas unggulan masing-masing provinsi. Dalam pelaksanaannya, Provinsi Sumatera Utara diberikan mandat khusus untuk mengoordinasikan tindak lanjut hasil Konreg tersebut demi merajut kolaborasi yang lebih erat antardaerah.
Lebih dari sekadar konsolidasi internal, agenda ini memiliki urgensi tinggi karena menjadi bagian dari persiapan peran serta seluruh provinsi di Sumatera dalam working group Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32. Ajang bergengsi tingkat internasional itu dijadwalkan akan berlangsung di Kota Medan pada 7–10 September 2026 mendatang.
Pertemuan di Medan ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah daerah se-Sumatera untuk menyatukan langkah, memperkuat jalur koordinasi, serta merancang berbagai agenda kerja sama regional yang akan dibawa ke meja perundingan IMT-GT.
Melalui konsolidasi yang solid ini, diharapkan sinergi antar pemerintah daerah dapat terjalin semakin kokoh dalam mengoptimalkan keunggulan wilayahnya masing-masing. Kerjasama regional yang erat ini diyakini mampu mendongkrak daya saing Pulau Sumatera secara keseluruhan, memperluas keran investasi dan perdagangan, serta bermuara pada percepatan pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan.

