PALEMBANG — Upaya memperkuat strategi hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan di Sumatera Selatan terus dipacu. Komitmen ini terlihat dalam keikutsertaan jajaran pemerintah daerah pada agenda Konsinyering Penentuan Finalis 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026: Call for Applicative Essay dan Penyusunan Draft Buku Kajian.
Acara yang berlangsung selama dua hari, yakni Kamis hingga Jumat (16-17/7/2026) ini, diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan yang bersinergi dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Palembang.
Mewakili unsur Bappeda Sumsel, hadir Kepala Bidang Perekonomian dan Pendanaan Pembangunan, Hari Wibawa, S.P., M.M. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Perencana Ahli Madya, Brilliant Faisal, S.Pi., M.Si., dan Plh. Kasubbid Pariwisata, Industri dan Perdagangan, Dian Septialisa, S.Pi., beserta jajaran staf.
Pada pergelaran ketiganya, SEF 2026 mengangkat tema strategis: “Sinergi Hilirisasi untuk Ketahanan Pangan & Energi Sumatera Selatan.” Tahap konsinyering ini menjadi fase seleksi akhir yang krusial untuk mengerucutkan karya peserta menjadi lima finalis terbaik di masing-masing kategori. Di saat yang bersamaan, forum ini juga merumuskan draf buku kajian yang dirancang sebagai rekomendasi kebijakan strategis bagi pengembangan ekonomi daerah ke depan.
Melalui sinergi dalam forum SEF ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan aplikatif dan inovatif dari berbagai pihak. Ide-ide tersebut diproyeksikan mampu menjadi motor penggerak penguatan hilirisasi, pendongkrak daya saing daerah, serta penyokong utama terwujudnya ketahanan pangan dan energi yang berkelanjutan di Sumatera Selatan.

