Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Tanjung Carat Dibidik Jadi Pelabuhan Penyimpan Cadangan BBM

PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mulai menjajaki langkah strategis baru. Mereka ingin memperkuat ketahanan energi nasional. Pemprov Sumsel membidik kawasan Pelabuhan Tanjung Carat. Rencananya, kawasan ini akan menjadi Pelabuhan Penyimpan Cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) Nasional. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumsel memimpin langsung rapat koordinasi tersebut. Agenda penting ini berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel pada Rabu (20/5).
Sejumlah pemangku kepentingan utama turut menghadiri rapat ini. Salah satunya adalah Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Sumsel, Ir. Rizal Hermansyah, ST, MT, IPM, ASEAN.Eng. Selain itu, hadir pula perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, PT Pertamina, PT Pelindo, PT PGN, Pertamina Gas, dan CNG Hilir Raya.

Hub Baru di Sumatera Selatan

Pemprov Sumsel memproyeksikan proyek Pelabuhan New Palembang Port di Tanjung Carat sebagai program strategis daerah. Mereka menargetkan kawasan ini menjadi pelabuhan hub baru di Bumi Sriwijaya.
Kawasan ini memiliki prospek yang sangat potensial. Sumber daya alam Sumatera Selatan yang melimpah mendukung penuh potensi tersebut. Selain itu, pemerintah terus mengebut konektivitas infrastruktur di sana. Pemprov Sumsel juga sudah menyiapkan rencana matang untuk pembangunan kawasan industri dan storage (penyimpanan) energi. Faktor-faktor inilah yang menjadi nilai tawar utama wilayah Tanjung Carat.

Mendorong Sinergi dan Efisiensi

Pertemuan lintas sektor ini juga mengupas tuntas peluang sinergi antar-badan usaha (BUMN dan BUMD). Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan terminal penyimpanan cadangan BBM. Selain itu, sinergi ini akan memperkuat infrastruktur energi pendukung dan memangkas biaya logistik agar lebih efisien.
Melalui kolaborasi makro ini, Pelabuhan Tanjung Carat bakal bertransformasi menjadi pusat logistik dan energi strategis. Langkah besar ini tidak hanya mendongkrak pertumbuhan ekonomi regional Sumatera Selatan. Langkah ini juga memperkokoh posisi provinsi ini sebagai pilar utama penyokong ketahanan energi nasional.