Sumsel Pertajam Kinerja Penghapusan Kemiskinan

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mempertajam strategi guna mengejar target penghapusan kemiskinan ekstrem. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Penyusunan Indikator Kinerja Kabupaten/Kota yang digelar di Orchard Hotel Industri, Jakarta, pada 7-8 Mei. Hadir mewakili Plt. Kepala Bappeda Provinsi Sumsel, Dody Eko Prasetyo, ST., M.T., Kepala Bidang Pemerintahan, Kesos, dan Kesra, Sultan M Syah, S.E., M.M., menekankan pentingnya sinkronisasi indikator kinerja di tingkat daerah agar upaya intervensi tepat sasaran.

Fokus pada Program “Daya Ungkit”

Dalam forum tersebut, Sultan memberikan sejumlah masukan strategis terkait penajaman kinerja yang harus dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Menurutnya, setiap daerah perlu memiliki program yang memiliki daya ungkit (leverage) tinggi agar penurunan angka kemiskinan ekstrem dapat terjadi secara signifikan dan berkelanjutan.

Poin Utama Rapat Strategis:

  • Penyusunan Indikator: Merumuskan parameter keberhasilan yang seragam bagi seluruh Kabupaten/Kota di Sumsel.

  • Akselerasi Program: Memastikan bantuan dan pemberdayaan memiliki daya ungkit ekonomi yang kuat.

  • Kolaborasi Lintas Sektor: Mengintegrasikan data dan anggaran antara pusat dan daerah untuk efisiensi penghapusan kemiskinan.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mendukung instruksi pusat untuk mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem dalam waktu dekat. Melalui indikator yang lebih tajam, diharapkan setiap rupiah yang dianggarkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh penduduk kategori miskin ekstrem di Bumi Sriwijaya.