PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) saat ini tengah memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah secara serius. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan komitmen tersebut ketika menyambut kunjungan Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, di Kantor Gubernur, Kamis (7/5).
Mengubah Pola Pikir Birokrasi
Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru menyoroti tantangan utama dalam inovasi pemerintahan. Menurut beliau, masalah terbesar muncul dari pola pikir (mindset) birokrasi dan bukan karena kurangnya ide. Oleh karena itu, ia ingin birokrasi segera beralih dari sekadar wacana menuju tindakan nyata yang bisa segera mereka eksekusi. “Inovasi tidak boleh berhenti pada wacana saja. Sebaliknya, setiap ide harus menjadi langkah konkret yang berdampak luas bagi warga dengan biaya efisien,” tegas Gubernur yang akrab disapa HD ini.
Fokus pada Isu Kerakyatan
Selanjutnya, HD menjelaskan bahwa riset di Sumsel saat ini fokus pada tiga isu fundamental. Hal tersebut meliputi penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, serta penguatan ketahanan pangan. Untuk mendukung langkah ini, kolaborasi antara BRIN dan BRIDA Sumsel telah melahirkan Rumah Inovasi Daerah. Proyek ini mengintegrasikan Science and Techno Park sebagai percontohan nasional. Selain hal tersebut, pemerintah juga meluncurkan program 100.000 Sultan Muda. Program tersebut bertujuan mencetak wirausaha muda kreatif yang mendapat dukungan penuh dari dana CSR.

Capaian Indeks Daya Saing Tinggi
Berkat komitmen tersebut, Sumsel sukses meraih penghargaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) kategori tinggi. Oleh sebab itu, HD merasa optimis bahwa hilirisasi riset ini akan membuat Sumsel menjadi barometer nasional. Pertemuan strategis ini juga menghadirkan beberapa pejabat penting. Tampak hadir Kepala BRIDA Sumsel Regina Ariyanti, ST, Kadis Kominfo Rika Efianti. S.E., M.M, serta perwakilan Bappeda Sumsel, Ir. Rizal Hermansyah. S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. Akhirnya, melalui sinergi ini, Pemprov Sumsel yakin mampu melahirkan kebijakan berbasis riset yang lebih efektif bagi masyarakat.

