PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi menabuh genderang transformasi sektor kesehatan dengan target ambisius menjadi destinasi utama Wisata Kesehatan (Health Tourism). Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan untuk segera mempercepat langkah strategis guna mewujudkan misi tersebut.
Dalam rapat koordinasi pengembangan Road to Sumatera Selatan Health Tourism yang digelar di Ruang Rapat Gubernur, Senin (12/1), Herman Deru menegaskan bahwa strategi ini merupakan langkah ganda. Selain untuk menarik minat wisatawan medis datang ke Bumi Sriwijaya, program ini diharapkan mampu menekan tingginya angka masyarakat yang selama ini memilih berobat ke luar negeri.
“Kita harus menciptakan opsi yang kompetitif. Layanan kesehatan unggulan kita wajib dibarengi dengan pelayanan prima, kecepatan, serta biaya yang terjangkau,” tegas Gubernur di hadapan jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Regina Ariyanti, ST. dan beberapa Kepala OPD lainnya turut memberikan telaah strategis mengenai integrasi perencanaan anggaran dan pemetaan zonasi wilayah pendukung wisata medis. Kehadirannya memperkuat sinergi antara kesiapan infrastruktur fisik dengan perencanaan pembangunan jangka panjang Sumsel.

RSUD Siti Fatimah Jadi Ujung Tombak
Fokus utama saat ini tertuju pada RSUD Siti Fatimah yang kini telah menyandang status Tipe A. Rumah sakit milik pemerintah provinsi ini dinilai memiliki fasilitas modern dan tenaga spesialis yang mumpuni. Terdapat tiga layanan unggulan yang kini tengah diajukan ke Kementerian Kesehatan untuk menjadi pilar utama Health Tourism Sumsel:
-
Kardiovaskuler (Jantung)
-
Ortho Sport & Rehabilitasi Medik
-
Medical Check Up (MCU) terpadu.
“Fasilitas kita sudah lengkap, sekarang tinggal bagaimana kita melakukan promosi secara masif dan terintegrasi,” tambah Herman Deru.
Sinergi Lintas Sektoral
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, menjelaskan bahwa pengembangan ini tidak hanya menyentuh aspek medis, tetapi juga perbaikan sanitasi dan pelatihan SDM kesehatan untuk menjamin kenyamanan pasien.
Di sisi lain, kolaborasi antara Dinas Kesehatan dengan Dinas Kebudayaan & Pariwisata akan menjadi kunci untuk menyelaraskan layanan medis dengan kenyamanan kota serta aksesibilitas penerbangan. Upaya ini dikemas dalam payung besar promosi “Sumsel Wonderful 2030”.
Dengan kondisi daerah yang kondusif dan infrastruktur yang mulai memenuhi standar internasional, Sumatera Selatan optimistis mampu menggeser peta persaingan wisata kesehatan, tidak hanya di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), tetapi juga di tingkat nasional.

