Berita :: Bappeda Prov. Sumsel

Proyek Monorel Tak Ganggu Renovasi Pasar Cinde

Proyek pembangunan rel kereta api jalur tunggal atau Monorel yang tersendat, ternyata tak membuat rencana revitalisasi Pasar Cinde di Jalan Jenderal Sudirman KM 2 Palembang. Proyek pembangunan Pasar Cinde menjadi 12 lantai dan terintegrasi dengan stasiun Monorel itu dipastikan terus berjalan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Permana mengatakan, PT Aldiron sudah berminat untuk bekerja sama membangun Pasar Cinde lewat pola Bangun, Guna dan Serah atau Built Operate Transfer (BOT).

"Kerja sama merenovasi Pasar Cinde jalan terus dengan PT Aldiron sebagai pihak ketiga. Apalagi Cinde akan jadi Pasar Tradisional Percontohan. Untuk detil bangunannya di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) dan pola kerja sama di BPKAD," kata Permana di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (6/2/2015).

Menurut Permana, Pemprov memprioritaskan pembangunan lantai dua pasar tersebut untuk mengakomodir para pedagang. Ia memastikan renovasi menjadi stasiun monorel, gerai toko modern dan hotel tidak akan mengubah fungsi awalnya yang berupa pasar tradisional dan Cagar Budaya.

Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Palembang, Isnaini Madani menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) mendorong rencana renovasi Pasar Cinde meski proyek monorel belum jelas. Ia menegaskan, Pemkot mendukung penuh apapun rencana Pemprov Sumsel.

"Hal yang bersifat tehnis jadi wewenang Pemprov. Termasuk rencana integrasi dengan stasiun monorel. Tapi, kita akan mendorong rencana renovasi Pasar Cinde. Hingga saat ini rencana itu terus berjalan, dan sosialisasi sudah mulai dilakukan baik langsung maupun melalui media," sebutnya.

Ketidakjelasan rencana monorel terlihat ketika proyek tersebut mulai memasuki tender pada 27 Januari 2015. Namun dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Sumsel, lelang proyek monorel sama sekali tak muncul. Terindikasi proyek tersebut molor.

Untuk pembangunan proyek monorel yang dibagi dalam dua koridor itu diprediksi membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Apalagi sebelumnya, Alex pernah berujar jika semua proyek pembangunan yang kurang dari dua tahun akan ditunda karena tak ingin menganggu test event Asian Games di bulan Juni 2017.

Namun hal itu sempat dibantah Alex Noerdin. Menurutnya tak ada pembatalan monorel. Hanya saja, dirinya akan membuat pengerjaan proyek secara bertahap. Pemprov Sumsel berencana membagi pembangunan monorel dalam dua koridor.

Dalam koridor I, kereta akan melintasi bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II-Jalan Kolone H Burlian-Jalan Demang Lebar Daun-Jalan Angkatan 45-Jalan Kapten A Rivai-Jalan Jenderal Sudirman dan Masjid Agung. Untuk koridor II, kereta mulai dari Masjid Agung-Jakabaring Sport City. Akan ada 24 stasiun yang rencananya dibangun sepanjang Koridor I atau Koridor II.

Menyangkut renovasi Pasar Cinde, sebelumnya PT Aldiron sebuah kelompok perusahaan yang bergerak di bidang properti, pengembangan properti dan manajemen aset, pertambangan, keamanan dan pertahanan, serta perkebunan telah menawarkan diri untuk melakukan renovasi.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin di pertengahan tahun lalu (17/7), PT Aldiron menyatakan bahwa Pasar Cinde sudah selayaknya untuk diperbaiki kembali (Pugar). Meski baru menggelar rapat perdana, PT Aldiron menjanjikan tempat baru yang layak bagi para pedagang bila rencana pemugaran direstui oleh Alex Neordin.

"Kita coba mengusulkan agar Pasar Cinde dipugar, karena memang kondisinya sekarang sudah layak untuk dilakukan. Rencana ini juga untuk mengakomodir pedagang agar mendapat tempat yang lebih baik, harga yang tentunya terjangkau bagi mereka dan representatif bagi masyarakaat," kata Business Development PT Aldirion, Atar kepada sejumlah wartawan.

Menurut Atar, pihaknya tidak akan menghilangkan fungsi Cinde sebagai pasar. Namun membuatnya lebih modern karena terintegrasi dengan stasiun kereta api rel tunggal atau Monorel, restoran dan café serta penginapan. Dalam rencana internal Aldiron, Pasar Cinde akan dibangun hingga 12 lantai.

"Kita baru membahas market dan tehnis dalam ruang internal. Studi Kelayakan secara detil baru diusulkan kepada Gubernur. Kalau sudah disetujui maka bisa dilanjutkan dengan membuat DED dan Amdal. Estimasi dana masih dalam hitungan kasar, karena terlalu dini membicarakan banyak hal mengingat paparan kepada Gubernur dimulai perdana," terangnya.

Asisten II bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Ruslan Bahri mengatakan, pembahasan mengubah Pasar Cinde baru memasuki tahap awal. Namun, rencana pemugaran ditarget untuk membuat Pasar Cinde menjadi lebih baik lagi.

Ruslan menjelaskan, pengembangan Pasar Cinde Palembang tidak akan mengubah fungsinya sebagai pasar tradisional. Pemerintah katanya akan mengakomodir pedagang yang saat ini menempati lapak Pasar Cinde. Lantai 1 dan 2 Pasar Cinde dalam rancangan awal akan menjual barang kebutuhan pokok seperti yang ada sekarang ini.

"Tetap ada jualan daging, ikan dan menjadi pasar basah. Pemerintah menjamin itu. Cuma akan lebih tertata, tidak kotor dan berbau. Kalau sebelumnya Pasar Cinde hanya diakses kalangan menengah dan bawah, ke depan akan menjadi pasar tradisional untuk semua kalangan karena sudah tertata dengan baik," ujarnya.

Meski baru tahap awal rencana, namun Pemprov Sumsel dan PT Aldiron sudah menyepakati desain Pasar Cinde yang baru nantinya terintegrasi dengan Monorel, atau kereta dengan jalur tunggal yang melalui Jalan Jenderal Sudirman. Lalu penginapan murah yang ditempatkan di lantas paling atas bangunan.

"Konsep itu akan menyeluruh, tapi status dan bangunan bawah Pasar Cinde yang menjadi cagar tetap dipertahankan. Kesempatan diberikan kepada Aldiron kepada Gubernur. Tinggal Gubernur yang memutuskan apakah memberi kepentingan besar untuk masyarakat Sumsel atau tidak," ucapnya.

 

http://palembang.tribunnews.com

09 Februari 2015 08:35:24 WIB Seputar Sumsel

© 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan