Berita :: Bappeda Prov. Sumsel

Ekspor 133 Produk, Impor 48 Komoditas

Nilai ekspor Sumsel trennya sedikit menurun. Menurut Kepala Disperindag Sumsel, Ir Permana MMA, evaluasi dari 2011, turunnya ekspor Sumsel 10-17 persen.

 "Tapi dibanding nasional, Sumsel masih surplus. Kami berupaya tahun ini ekspor kita meningkat lima persen," katanya, kemarin. Diketahui, realisasi ekspor 2010 sebesar 4 miliar dollar, 2011 dengan 5 miliar dollar, 2012 sebesar 4,24 miliar dollar, 2013 turun lagi jadi 3,8 miliar dollar.
"Untuk 2014, masih dihitung," ujarnya. Meski mengalami penurunan, Permana memastikan kalau nilai ekspor Sumsel masih lebih besar dari impor. Ada 133 jenis komoditas yang diekspor Sumsel ke berbagai negara di dunia.
Jumlah komoditas itu fluktuatif. Tapi, ada 10 produk ekspor unggulan, yakni karet, CPO, dan turunannya, termasuk batu bara. Lalu produk pupuk, gambir, pinang, kelapa, kopi, udang, kodok hijau, hingga produk kayu dan turunannya.
"Tahun lalu kita pernah ekspor sapu ke Jepang. Sampai di sana, mereka hanya ambil gagangnya saja untuk dibuat beragam produk turunan seperti tusuk gigi, frame, holding, tepung kayu hingga karpet kayu. Sapunya malah tidak diambil. Akhirnya, industri dalam negeri kita mengikuti langkah mereka dan membuat sendiri produk-produk itu," beber Permana.
Khusus ekspor batu bara, selama ini hanya 8 juta ton per tahun. Sebenarnya, total yang diekspor 26 juta ton. Tapi, sisanya keluar dari Tarahan, Lampung. "Ini akibat kendala infrastruktur. Akibatnya, pendapatan dari hasil ekspor batu bara itu dinikmati provinsi lain," tuturnya.
Bagaimana dengan impor Sumsel? Permana menerangkan, ada 48 komoditas yang diimpor dari negara lain. Pihaknya mengupayakan agar Sumsel membatasi impor. Ada 33 komoditas yang dibatasi, 9 komoditas yang dilarang, dan 6 komoditas lain yang diregistrasi.
"Kami akan menekan impor seminim mungkin dan mengutamakan ekspor. Impor Sumsel selama ini berupa bahan baku seperti serat untuk bahan anyaman dari Filipina, besi dan barang bangunan dari China. Itu karena kita belum bisa produksi sendiri," ungkap Permana.
Sebelumnya, Kepala BPS Sumsel, Bachdi Ruswana menyatakan, nilai ekspor di Sumsel per November 2014 mengalami penurunan 24,93 persen dibandingkan Oktober 2014. Jika dibandingkan periode yang sama 2013 (November 2013), ekspor Sumsel turun 36,46 persen.
"Nilai ekspor Sumsel per November 2014 sebesar US$210,19 juta terdiri dari ekspor migas sebesar US$31,49 juta dan US$178,71 juta. Malaysia, Amerika Serikat, dan Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama," tandasnya.

 

http://www.sumeks.co.id

08 Januari 2015 08:37:51 WIB Seputar Sumsel

© 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan