Berita :: Bappeda Prov. Sumsel

Harga CPO Sumsel Berangsur Naik

Palembang (ANTARA Sumsel) - Dinas Perkebunan Sumatera Selatan menyatakan harga minyak sawit mentah atau CPO di provinsi itu pada Selasa tercatat Rp7.802 per kilogram, atau berangsur naik dibandingkan pada beberapa pekan sebelumnya yang hanya Rp7.666 per kilogram.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan Sumsel, Benyamin di Palembang, Selasa, mengatakan harga beli minyak sawit mentah (CPO) di daerah tersebut naik dibandingkan kondisi akhir September.

Menurut dia, harga pasar CPO di Sumsel sejak akhir bulan lalu hingga sekarang ini mulai berangsur membaik, sehingga diharapkan penghasilan para petani semakin bertambah.

Ia menjelaskan kenaikan tersebut di samping dampak dari membaiknya pasaran di luar negeri (ekspor), juga berdasarkan kesepakatan melalui rapat rutin diadakan dua kali sebulan antara pengusaha perkebunan di daerah itu.

Melalui rapat rutin yang diadakan Dinas Perkebunan Sumsel bersama sejumlah pengusaha swasta nasional perkebunan kelapa sawit di daerah itu, sepakat menetapkan harga CPO pekan ini menjadi Rp7.802 per kg, artinya sedikit ada peningkatan dibandingkan kondisi dua pekan sebelumnya sebesar Rp7.666 per kg.

Benyamin mengemukakan, kenaikan harga CPO tersebut juga diikuti dengan peningkatan harga jual buah sawit dalam bentuk tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari Rp1.407 per kg menjadi Rp1.444 per kg.

Ia mengatakan kenaikan harga tersebut juga karena kedua jenis komoditas olahan hasil perkebunan kelapa sawit itu adalah saling berhubungan, yakni TBS merupakan bahan baku CPO.

Selain itu, juga berpedoman pada pasaran CPO nasional dan di luar negeri, karena sebagian hasil komoditas tersebut diekspor, katanya.

Sumsel termasuk salah satu provinsi sentra perkebunan kelapa sawit di Indonesia dengan lokasi kebun tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, antara lain Kabupaten Muaraenim, Lahat, Musibanyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu dan Musirawas.

Luas areal perkebunan kelapa sawit di Sumsel, hingga saat ini mencapai sekitar 700.000 hektare, sebagian besar diusahakan oleh perusahaan perkebunan besar swasta nasional dan sebagian lainnya investor asing serta petani lokal.

 

www.antarasumsel.com

21 Oktober 2014 13:39:05 WIB Seputar Sumsel

© 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan